Pengertian dan Rumus Pemuaian Zat Cair serta Contoh Soal Pemuaian Zat Cair dan Pembahasannya

Setelah membahas secara lengkap tentang pemuaian pada zat padat, maka pada kesempatan kali ini akan dijelaskan tentang pemuaian pada zat cair yang meliputi Pemuaian pada Zat Cair, Pemuaian Zat Cair, pengertian Pemuaian Zat Cair, Koefisien Muai Zat Cair, rumus Koefisien Muai Zat Cair, contoh soal Koefisien Muai Zat Cair, contoh pemuaian zat cair, rumus pemuaian zat cair, contoh soal pemuaian zat cair.

Pemuaian Zat cair

Zat cair akan memuai jika dipanaskan, bahkan koefisien muai ruangnya lebih besar dibandingkan dengan koefisien muai ruang zat padat. Lakukan kegiatan berikut ini untuk membuktikan hal tersebut.

Petunjuk Kerja

Percobaan Pemuaian Zat Cair
Gambar: Percobaan Pemuaian Zat Cair

  1. Isi masing-masing dilatometer dengan spiritus, minyak, dan air sampai ke pipanya dengan tinggi cairan dalam pipa-pipa itu sama. Lihat suhu kamar pada saat itu.
  2. Panaskan airpada gelas beaker dengan pemanas spiritus sampai suhunya ± 70oC.
  3. Tuangkan air panas pada bejana penampung. Amati permukaan setiap zat cair pada pipa dilatometer selama pemanasan.
  4. Ukur kenaikan setiap zat cair pada pipa setelah berhenti kenaikan permukaannya.

Dari kegiatan di atas, permukaan ketiga zat cair ketika terkena air panas, mula-mula turun ke titik b, kemudian naik ke titik c.

Kedudukan titik c pada setiap zat cair tidak sama. Mula-mula, air panas memanaskan labu sehingga labu memuai dan permukaan zat cair turun.

Namun, setelah zat cair ikut panas, zat cair itu juga memuai sehingga permukaannya naik ke titik c. Kedudukan titik c tidak sama, artinya pemuaian zat cair tidak sama.

Dengan alat ini dapat dibuktikan bahwa

  1. zat cair jika dipanaskan akan memuai dan volumenya bertambah besar,
  2. pemuaian zat cair tergantung pada jenisnya, dan
  3. pemuaian zat cair lebih besar daripada pemuaian zat padat.

Rumus Pemuaian Zat Cair

Pada zat cair juga berlaku koefisien muai ruang sehingga rumus-rumus muai ruang zat padat juga berlaku pada zat cair.


Berikut ini adalah tabel koefisien muai ruang beberapa macam zat cair.
Koefisien Muai Zat Cair
Tabel: Koefisien Muai Zat Cair

Contoh Soal Pemuaian Zat Cair

Bejana kaca pada suhu 0oC berisi penuh dengan 200 cm3 raksa. Jika suhunya dijadikan 40oC, berapa volume raksa yang tumpah? (koefisien muai panjang kaca = 0,000009/oC, koefisien muai raksa = 0,00018/oC)

Pembahasan

Diketahui:
V0 kaca = V0 raksa = 200 cm3
kaca = 0,000009/oC berarti kaca = 0,000027/oC
kaca = 0,00018/oC
t = 40oC

Ditanya:
Vraksa yang tumpah = ...?

Jawab:

Raksa Vt = V0 (1 + gt)
               = 200 {1 + 0,00018 (40)}
               = 200 (1 + 0,0072)
               = 201,44 cm3

Kaca Vt = V0 (1 + gt)
              = 200 {1 + 0,000027 (40)}
              = 200 (1 + 0,00108)
              = 200,216 cm3

Raksa yang tumpah = 201,44 – 200,216 = 1,224 cm3

Jadi, volume raksa yang tumpah adalah 1,224 cm3.

Terimakasih telah membaca artikel-artikel kami. Jika anda ingin mendapatkan update artikel terbaru kami melalui Email silahkan daftarkan Email anda.:

0 Response to "Pengertian dan Rumus Pemuaian Zat Cair serta Contoh Soal Pemuaian Zat Cair dan Pembahasannya"

Post a Comment