Pengertian dan Macam-macam Contoh Respirasi Anaerob serta Proses yang Terjadi pada Respirasi Anaerob

Berikut ini adalah pembahasan tentang respirasi anaerob yang meliputi pengertian respirasi anaerob, contoh respirasi anaerob, macam macam respirasi anaerob, proses respirasi anaerob, tahapan respirasi anaerob, proses yang terjadi pada respirasi anaerob, contoh bakteri anaerob, fermentasi alkohol, fermentasi asam laktat, fermentasi asam sitrat, proses fermentasi alkohol, reaksi fermentasi alkohol, siklus asam sitrat.

Pengertian Respirasi Anaerob

Respirasi anaerob merupakan respirasi yang tidak memerlukan oksigen atau O2.  
Respirasi anaerob terjadi di bagian sitoplasma yang bertujuan mengurangi senyawa organik. Respirasi anaerob menghasilkan sejumlah energi yang lebih kecil yaitu 2 ATP.

Proses yang Terjadi pada Respirasi Anaerob

Proses respirasi anaerob didapati pada reaksi fermentasi dan pernapasan intra molekul. Respirasi anerob, glukosa dipecah secara tidak sempurna menjadi komponen H2O dan CO2. Di respirasi anaerob, hidrogen bergabung bersama sejumlah komponen yaitu Asam Piruvat, Asetaldehida yang selanjutnya membentuk asam laktat dan etanol.

Macam-macam Contoh Respirasi Anaerob

Pernahkah kalian membuat atau melihat cara membuat tape ? Tape dibuat dari singkong yang dikukus lalu ditaburi dengan ragi. Jika setelah diberi ragi singkong tersebut dibiarkan dalam udara terbuka maka kalian tidak mendapatkan tape yang diinginkan, mengapa demikian ?

Pembuatan tape merupakan salah satu contoh proses fermentasi yang menghasilkan alkohol. Fermentasi alkohol merupakan contoh proses respirasi anaerob, yang tidak memerlukan oksigen.

Oleh karena itu jika membuat tape, singkong yang telah ditaburi dengan ragi tersebut disimpan dalam ruang tertutup yang tidak atau sedikit mengandung udara. Misalnya setelah singkong beragi tersebut ditaruh dalam panci, kemudian panci tersebut dibungkus rapat dengan kain agar kondisinya menjadi anaerob.

Respirasi anaerob merupakan serangkaian reaksi enzimatis yang memecah glukosa secara tidak sempurna karena kekurangan oksigen. Pada manusia, respirasi anaerob menghasilkan asam laktat sehingga menyebabkan rasa lelah, sedangkan pada tumbuhan, ragi, reaksi ini menghasilkan CO2 dan alkohol. Respirasi anaerob hanya menghasilkan sedikit energi, yaitu 2 ATP.
Respirasi anaerob menghasilkan:asam laktat (A) atau etanol (B).
Gambar: Respirasi anaerob menghasilkan:asam laktat (A) atau etanol (B).

Respirasi anaerob, disebut fermentasi atau peragian. Pada umumnya respirasi ini terjadi pada tumbuhan, fungi dan bakteri. Proses fermentasi sering disebut sesuai dengan hasil akhir yang terbentuk. Misalnya: fermentasi alkohol bila hasil akhir fermentasi berupa alkohol.

Macam-macam Proses Fermentasi

Menurut hasil samping yang terbentuk, maka fermentasi dibedakan atas:
  1. fermentasi alkohol pada ragi (khamir) dan bakteri anaerobik.
  2. fermentasi asam laktat pada umumnya di sel otot.
  3. fermentasi asam sitrat pada bakteri heterotrof.

Bahan baku respirasi anaerobik pada peragian adalah glukosa, disamping itu juga terdapat fruktosa, galaktosa, dan manosa. Hasil akhirnya adalah alkohol, karbon dioksida, dan energi. Alkohol bersifat racun bagi sel-sel ragi.

Sel-sel ragi hanya tahan terhadap alkohol pada kadar 9-18%. Lebih tinggi dari kadar tersebut, proses alkoholisasi (pembuatan alkohol) terhenti. Hal tersebut merupakan suatu kendala pada industri pembuatan alkohol.

Oleh karena glukosa tidak terurai lengkap menjadi air dan karbon dioksida, maka energi yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan respirasi aerobik. Pada respirasi aerobik dihasilkan 675kal., sedangkan pada respirasi anaerobik hanya dihasilkan 21 kal. seperti reaksi dibawah ini:
C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 21 kal
Dari persamaan reaksi tersebut terlihat bahwa oksigen tidak diperlukan. Bahkan, bakteri anaerobik seperti Clostridium tetani (penyebab tetanus) tidak dapat hidup jika berhubungan dengan udara bebas. Infeksi tetanus dapat terjadi jika luka dalam atau tertutup sehingga memberi kemungkinan bakteri Clostridium tersebut tumbuh subur karena dalam lingkungan anaerob.

Perbedaan Respirasi Anaerob dan Aerob

Berikut adalah perbedaan antara respiraasi aerob dan respirasi anaerob;

1. Respirasi Aerob
  1. Memerlukan oksigen
  2. Proses yang terjadi dalam matriks mitokondria 
  3. Untuk memecah senyawa organik ke an-organik menghasilkan energi dalam jumlah besar yaitu 36 ATP
2. Respirasi Anaerob
  1. Tidak memerlukan kehadiran oksigen dalam prosesnya 
  2. Berlangsung dalam sitoplasma 
  3. Tujuan untuk mengurangi senyawa organik 
  4. Menghasilkan energi tapi dalam jumlah sedikit yaitu 2 ATP 

Baca juga: Tahap-tahap Respirasi Aerob

Terimakasih telah membaca artikel-artikel kami. Jika anda ingin mendapatkan update artikel terbaru kami melalui Email silahkan daftarkan Email anda.:

0 Response to "Pengertian dan Macam-macam Contoh Respirasi Anaerob serta Proses yang Terjadi pada Respirasi Anaerob"

Post a Comment